Pengenalan Linux

Senin, 15 Oktober 2012

 Linux

Linux adalah sistem operasi yang dikategorikan sebagai Unix-like OS (yang mirip dengan sistem operasi Unix). Sistem operasi pendatang baru (di dunia Unix) yang mulai naik pamornya pada akhir tahun 1990-an. Linux berkembang dengan sistem operasi Unik-like lainnya yang bersifat komersial seperti system V Release 4(SVR4) yang dikembangkan oleh AT&T, yang sekarang sudah diakuisi oleh Novell; BSD 4.4 dirilis oleh University of California at Barkeley (4.4BSD), Digital Unix dari Digital Equipment Corporation (sekarang Compaq); AIX dari IBM; HP-UX dari hawlet-packard, dan solaris dari sun mycrosystem.
Linux awalnya ditulis (dikembangkan) oleh Linus Torvalds pada tahun 1991 sebagai sistem operasi IBM PC-compatible berbasiskan prosesor intel 30386. Sampai sekarang, Linus sering terlibat dalam pengembangn Linux, mengusahakan agar tetap up-to-date dengan perkembangan dengan berbagai hardware terbaru dan mengkoordinasi aktivitas ratusan Pengembang Linux dari seluruh dunia. Beberapa tahun kemudian Para pengembang telah bekerja keras untuk menjadikan Linux bisa dijalankan di arsitektur komputer lain; Alpha, Sparc, Motoraola MC680, power PC dan IBM system/390.
Linux bukan merupakan sistem operasi komersial merupakan satu dari sekian banyak kelebihan/kekurangan yang menarik dari Linux; Source code (kode sumber) Linux dilisensikan di bawah GNU General Public Lisence (GPL), terbuka dan bebas untuk dipelajari oleh siapapin. Jika kita mendapatkan (source code)nya dari CD linux atau mendownload dari http://www.kernel.org/~ maka kita bisa mengeksplorasi secara keseluruhan sebuah sistem operasi yang modern.
Secara teknis, Linux merupakan sebuah kernel murni Unix-Like, walaupun bukanlah suatu sistem operasi Unix yang utuh, karena Linux tidak disertai aplikasi-aplikasi lain seperti utility file system, sistem windows dan desktop grafis,perintah-perintah administrasi sistem, editor teks, compiler dan lain-lain. Tetapi dengan adanya program-program yang tersedia bebas di bawah lisensi GPL, program-program tersebut bisa di-install ke dalam file system yang disupport oleh Linux. Karena alasan ini pula beberapa pihk menilai bahwa kata “Linux” saja belum cukup untuk bisa dikategorikan sebagai sebuah sistem operasi lengkap, haruslah disebut GNU/Linux.

Apple vs Google

Senin, 08 Oktober 2012

Apple vs Google


Kalau diperhatikan, dunia ini mengalami kemajuan karena persaingan; baik itu persaingan usaha, antar negara ataupun persaingan bersenjata alias perang. Tidak heran negara yang maju, terkadang adalah negara yang berhasil membuat persaingan sehat dalam kehidupan masyarakatnya atau mereka yang sering berperang.
Saat ini ada 'peperangan' sehat yang sedang terjadi adalah antara Apple vs Android di Indonesia. Ini merupakan persaingan platform mobile belaka dan kebetulan saya sudah cukup sering melihat hal ini, contohnya perang antara yang closed platform vs open platform beberapa tahun lalu antara Windows dan Linux;  apakah Linux masih ada? entahlah. Kenapa open platform cenderung kalah? karena open platform cenderung tidak bisa dilakukan pengintegrasian hulu dan hilir serta pencapaian economies of scale. Bingung? sabar ya, saya coba jelaskan satu per satu, namun sebenarnya ada perang yang lebih besar dibaliknya yang sedikit orang menyadari yaitu perang besar antara Apple vs Google. Kebetulan 29 Juni tepat 5 tahun lalu, pertama kali iPhone diluncurkan dan saatnya melihat kebelakang apa saja yang terjadi sejak saat itu.
Hal ini berarti menyatukan proses yang berhubungan; menjadi satu kesatuan dalam proses yang tidak terpisah. masih ingat jaman windows dulu? windows memenangkan pertarungan OS dengan pengintegrasion internet explorer dan bundle pembelian komputer, namun sayangnya windows tidak pernah masuk ke business manufaktur hardware pada jaman itu, hanya sebatas kolaborasi dengan manufaktur lain, selain itu windows juga bekerja sama dengan produsen chipset dan video card; intinya pemuktahiran Windows selalu hampir berbarengan dengan spec hardware yang lebih tinggi, sehingga menciptakan permintaan terhadap produk tersebut. Contoh simplenya, apakah windows 7 sekarang bisa dibuka menggunakan Pentium II? atau malah pakai video card keluaran 3 tahun lalu?. Nah logika yang sama juga berlaku di Apple vs Android. Android semata hanya operating system yang digunakan hampir oleh 400 merk handset diseluruh dunia, hanya platform belaka! Dia tidak bisa diintegrasikan karena memang produknya berbentuk softaware saja. Sebaliknya, Apple melakukan integrasi dengan gadget yang mereka buat, contohnya dengan iCloud seluruh product Apple seakan-akan mempunyai 1 content saja, anda memotret dengan iPhone, foto yang sama juga ada di iPad dan Mac anda. Seakan-akan iOS tersebut menjadi semacam 'bahasa' untuk menyatukan berbagai alat keluaran Apple, belum lagi integrasi iTunes dengan Apple TV, anda beli content kemudian bisa ditampilkan melalui Apple TV, nah dengan melakukan ini potensi Apple tentunya lebih besar daripada potensi Android yang hanya hidup dari mobile platform
Economies of scale adalah konsep jangka panjang, dimana peningkatan output akan mengurangi biaya produksi. Nah bayangkan anda apps developer untuk android, untuk memastikan apps anda jalan dengan baik ada ratusan handset yang harus anda coba, ada ratusan bugs yang harus anda perbaiki, dan mungkin ada ratusan spec yang anda harus pertimbangkan, kenapa? karena Android platform terbuka yang bisa digunakan oleh siapa saja sehingga ada ratusan produsen yang kini menggunakan platform ini. Kemudian bandingkan dengan Apple, anda hanya butuh test minimal di 1 iPhone saja. Sehingga apps developer cenderung lebih efisien untuk develop apps di Apple dulu. malah statistik menunjukan 7 dari 10 Apps baru dikembangkan untuk Apple, baru kemudian ketika terbukti sukses dia akan roll out ke android platform. sehingga Apple akan selalu mempunyai keuntungan kompetitif sebagai yang pertama dalam penyediaan applikasi muktahir di dunia mobile. Ingat applikasi seperti layaknya darah dalam dunia mobility, lihat saja RIM, hanya bermodalkan BBM selama bertahun-tahun akhirnya mati perlahan di tahun ini. Contoh apps yang dikembangkan dulu di Apple dan kemudian di roll out misalnya, Instagram baru di 2012 ini di roll out ke Android setelah sukses besar di Apple (malah sampai dibeli oleh Facebook) kemudian Flipboard, applikasi ini demikian populer karena mampu menyajikan personalize news ke penggunanya, akhirnya di roll out ke android hanya di bulan Juni 2012 ini. Dan masih banyak lagi contohnya
Terus, apa sih hubungan Android ini dengan Google? kenapa mesti panjang dibahas dulu baru masuk ke Apple vs Google? karena trend mobile internet di estimasikan mengalahkan desktop internet di 2015 ini, coba lihat grafik dibawah

Mobile internet diprediksi mengalahkan desktop internet di 2015 
Memang kenapa kalau mobile internet lebih maju daripada desktop internet? KECUALI mobile devicenya cluttered (tidak di dominasi handset tertentu) maka google tidak akan terancam, namun lihat fakta dibawah ini
di 2007, Apple hanya 4% market share Global, setahun kemudian dia tumbuh 4 kali lipat menjadi 17% dan di tahun 2009 naik hingga menjadi 18%, dari trend ini sangat menakutkan karena cepat atau lambat Apple akan menjadi market share paling besar, malah report dari Net application sudah menunjukan Apple market (termasuk tablet) share diatas 50%
Nah sekarang bayangkan skenario ini, bagaimana kalau tiba-tiba Apple memutuskan untuk menggunakan search engine sendiri (bukan Google) atau GPSmap selain googlemap atau applikasi lain diluar Google apa yang terjadi? Google pasti akan kehilangan sumber pendapatan total hingga 25% (ingat akses internet di 2015 adalah 50% mobile dan setengahnya melalui Apple atau total internet mobility sekitar 25% dari Apple device).
Kemudian, apa respon logis dari Google? atau bahasa kerennya bagaimana Google mencapai Nash Equilibrium? Tentunya dengan memastikan akses ke google terjamin, yaitu dengan memiliki mobility access sendiri dan riding the growth of mobile browsing. Inilah yang mendasari kenapa Google membeli Android di tahun 2005. It was a strategic move to guarantee its survival. Nah bagaimana progress termuktahir dari Google? ini beberapa sepak terjangnya yang mendukung strategy yang disebutkan misalnya Agustus 2011 - Google melakukan akuisisi terhadap Motorola, dipandang penting karena Google untuk pertama kali terjun langsung ke bisnis mobile phone, kenapa dipilihnya motorola? banyak spekulasi yang beredar karena Motorola memiliki sekitar 17,000 paten yang berhubungan dengan mobility, bisa digunakan untuk keuntungan strategisnya di kemudian hari, lalu di Juni 2012 - Google me-launch Google Chrome web browser untuk Apple, launch Nexus 7 table tablet dan Google Now yang konon head to head dengan iOS6 Apple, dan masih banyak lagi move Google diharapkan untuk menjamin mobility access mereka


Sekarang bagaimana Nash Equilibrium dari sisi Apple? Bayangkan anda salah satu anggota board of directors mereka dan mengetahui bahwa langkah logis yang diambil oleh Google adalah masuk ke mobile, maka adalah sangat penting Apple memiliki access sendiri ke hal yang paling crucial di Google, yaitu search engine, akses ini mewakili 96% pendapatan google, karena hanya dengan mengambil porsi ini Apple mendapatkan akses potensi pendapatan sebesar USD10 Miliar, angka yang luar biasa besar!
Bagaimana Apple melakukannya? ini adalah langkah yang paling ditunggu, pasti akan banyak kejutan dan inovasi baru, indikasi tersebut misalnya terbaca melalui pengumuman launch iOS 6. Untuk pertama kali publik terbayang bagaimana nantinya Apple dapat 'membunuh' google (klik disini untuk mengetahui detail). Bayangkan kemungkinan yang bisa diberikan oleh Apple dalam hal adword (iklan dengan menargetkan kata kunci tertentu, yang kini di dominasi oleh google) kini bisa diintegrasikan dengan Apple's device, anda search untuk tempat makan malam yang enak di daerah jakarta, kemudian Apple device menampilkannya di peta dan memandu pengguna ke tempat tersebut melalui tampilan navigasi dan dalam perjalanan menuju ke tempat makan tersebut pop up tempat makan lain yang memasang iklan di Apple. Bayangkan semua akses ini tanpa melalui google sehingga traffic ke google berkurang dan tentu juga pemasukan melalui iklannya, pada akhirnya ancaman untuk Google 

Sekitar 20 tahun dari sekarang salah satu dari 2 kemungkinan ini akan terjadi, kita lupa apa itu google (sama dengan kita lupa apa itu Open Text, Infoseek atau Snap) atau handset yang kita gunakan sesuatu bernama Google dan lupa sama sekali dengan iPhone, iPad (sama seperti kita lupa dengan siapa itu Nokia 3110 atau Ericsson atau Nokia pisang).
Until that day arrives, worth every bite to see each other move, because this is war of the century but without any weapons that definitely shape our future world
Apa langkah selanjutnya dari Apple dan Google?
Sekarang semua strategy dari masing-masing pemain sudah diketahui dan sudah dilaksanakan, maka sekarang adalah saat yang logis bagi keduanya untuk segera memasuki pasar di developing dan emerging coutries salah satunya adalah Indonesia. Google sudah masuk dan setup business di negara Indonesia sejak 2011 lalu merekrut lengkap marketing team dan juga set up infrastrukturnya, namun apple baru melakukan persiapan di tahun 2012 ini, ada rumor bahwa apple melakukan recruitment untuk posisi HR manager. Selain itu China dan India belum disentuh sama sekali oleh Apple, sehingga dari potensi pertumbuhan Apple jelas terlihat lebih besar dibanding Google. Apapun bentuk 'perangnya' dimasa depan, kita yang di Indonesia akan mengalaminya langsung

INTEL VS AMD

Senin, 01 Oktober 2012


Sebelum memulai tulisan ini saya ingin bertanya kepada Anda. Apabila Anda saya beri uang Rp. 6 juta dan Anda saya minta uang itu Anda habiskan untuk membeli sebuah computer / laptop, maka pertanyaannya adalah, apa yang akan Anda lakukan??

Sebelum Anda menjawab, biarkan saya menebak terlebih dahulu. Anda pasti akan memilih sebuah computer yang memiliki spek processor tertinggi yang ada saat ini. Betul kan?

Pertanyaan kedua, ketika anda memilih sebuah processor dengan spek tertinggi maka apa yang ada dipikiran Anda?? Sstt.. nggak perlu buru-buru menjawab, biar saya tebak dulu..pasti anda akan memilih Intel Pentium Core i5 kan?? Hmm..saya sudah tahu!

Jika anda berpikir bahwa Intel adalah pilihan terbaik bagi anda, silahkan..tetapi sebaiknya anda mengetahui terlebih dahulu alasannya, kenapa anda memutuskan untuk memilih processor buatan perusahaan tersebut. Kenapa Anda tidak berfikir untuk membeli produk perusahaan lain, seperti AMD, misalnya.Bingung? Baik, akan saya bantu anda untuk mengungkap alasannya.. Begini, Perkembangan teknologi prosesor memang begitu pesatnya akhir-akhir ini. Dalam setahun bisa muncul beberapa jenis prosesor yang baru. Hal ini dipicu oleh Pertama oleh tuntutan pengembangan itu sendiri. Kedua oleh persaingan sengit antara 2 raksasa produsen prosesor, Intel dan AMD.

Sebagai orang awam, tentu kita tidak paham masalah-masalah teknis, itu adalah bagian orang IT. Tapi setidaknya kita harus tahu jenis prosesor apa saja yang ada saat ini, sehingga saat kita akan membeli komputer kita, sedikit banyak, tahu apa yang kita beli. Intel vs AMD ? Dari beberapa produsen prosesor, hanya ada 2 nama yang menguasai pasar, Intel dan AMD (Advance Micro Device).

Bagi sebagian besar orang awam, malah hanya tahu satu nama, yaitu Intel. Bahkan ada yg hanya mengenal salah satu merk dagang dari Intel, yakni Pentium. Memang Pentium adalah nama prosesor Intel yg paling melegenda. Bagi orang yg agak “mengerti” tetek bengek komputer, mungkin sudah kenal nama AMD. Tapi nama ini dipersepsikan sebagai prosesor yang murahan, panas, jelek dan imitasi dari prosesor Intel. Persepsi ini tdk bisa dipersalahkan 100%.

Awalnya AMD memang hanya membuat prosesor dgn “menjiplak” teknologi Intel dan atas “restu” pihak Intel, tentu saja. Namun, karena satu dan lain hal, terjadi persengketaan yg cukup sengit antara Intel dan AMD dan pengadilan mengharuskan AMD mengembangkan sendiri teknologi pembuatan prosesornya. Dari sejak itu, para engineer AMD terpaksa bekerja keras siang dan malam. Kucuran keringat mereka itu tidak sia².

Setelah beberapa tahun “tirakat” di dalam laboratorium, mereka berhasil membuat prosesor yang bisa mengimbangi, bahkan dlm suatu periode waktu tertentu, mengungguli “guru”nya, dlm hal ini Intel, tentu saja.

Namun harus diakui bahwa dalam bidang pemasaran AMD masih tertinggal jauh dari Intel, tetapi tidak dalam bidang teknologinya. Jadi persepsi bahwa AMD itu murahan, jelek, panas, imitasi dan yg negatif² lainnya, saat ini sudah tidak berlaku lagi. Kita punya pilihan yang sama² mumpuni untuk prosesor, Intel atau AMD. Adu Balap Kecepatan Prosesor Dulu kinerja prosesor dilihat dari kecepatannya, yang diukur dengan satuan MHz (Mega Hertz) atau GHz (Giga Hertz).

Produsen prosesor terus berlomba menciptakan prosesor dgn kecepatan tertinggi. Sejak jamannya Pentium 4 kecepatan prosesor sudah lebih dari 1.000 MHz sehingga mulai populer lah satuan GHz (1 GHz = 1.000 MHz) dalam mengukur kecepatan prosesor. Perlombaan ini seakan tak ada batasnya, 2 GHz terlampaui, 3 GHz terlampaui.

Sampailah pada suatu titik dimana mulai terjadi keterbatasan (limitasi) dlm meningkatkan kecepatan prosesor. Limitasi yg paling sulit diatasi adalah temperatur. Semakin cepat prosesor, semakin tinggi panas yang dihasilkan, semakin diperlukan sistem pendinginan yg lbh canggih. Limitasi lain adalah konsumsi daya, semakin cepat prosesor, semakin banyak pula energi yang dibutuhkan untuk menjalankannya. Efisiensi lalu menukik tajam.

Pada titik ini, para perancang prosesor mulai menciptakan ajang adu balap yang baru, dlm hal ini adu kinerja dan efisiensi prosesor. Adu Balap Kinerja Prosesor Pihak pertama yg menyadari bahwa adu cepat, pada suatu titik, akan menjadi sebuah ke-sia²an adalah AMD. Mereka sadar akan sulit bersaing dengan Intel kalau mereka berpacu di lintasan balap yg sama. Mereka mengembangkan prosesor tdk lagi berbasis kecepatan tapi berbasis kinerja. Yang jadi ukuran bukan lagi tingkat kecepatan (speed rating) melainkan tingkat kinerja (perfromance rating).

Dengan cerdik AMD menamai prosesornya tidak dengan kecepatan (berapa GHz) tapi dengan angka perfromance ratingnya. Dan tolok ukurnya juga mereka sendiri yg menentukan. Jadi orang akan sulit memperbandingkan apple to apple antara prosesor AMD dan Intel pada saat itu. Contohnya, AMD mengeluarkan prosesor dgn kecepatan “hanya” 1.8 GHz, mereka memberi nama Athlon64 3000+. Angka 3000 secara tersamar mengacu ke angka 3 GHz. Mereka seakan hendak mengatakan bahwa Athlon64 3000+ (sekalipun kecepatannya hanya 1.8 GHz) memiliki kinerja mengimbangi prosesor (Intel) yg berkecepatan 3 GHz. Dan pada kenyataannya memang, lebih kurang, demikian.

Dengan kecepatan yg relatif rendah itu, maka panas yg dihasilkan tdk terlampau tinggi dan lbh hemat daya. Biaya produksinya pun bisa ditekan lbh rendah. Toh pada akhirnya para pengguna komputer tdk peduli berapa GHz kecepatan prosesornya, yang penting seberapa banyak output kinerjanya. Sesuai tidak dgn uang yg sdh mereka bayarkan. Akhirnya , mau tak mau, Intel juga menganut filosofi yg sama. Mereka menamai prosesor dgn kode² huruf dan angka yg tidak mengacu lagi kepada kecepatan. Pentium D 631 adalah salah satu contohnya.

Prosesor Berinti Banyak Ketika penggunaan komputer semakin meluas dan beragam, dituntut pula prosesor yang bisa mengerjakan beberapa tugas sekaligus. Sudah jamak sekarang ini orang mengetik laporan di komputer sekaligus mendengarkan musik dan pada saat yang sama dia sedang merubah (convert) file musiknya dari format CD ke format mp3 unt dipindah ke mp3 playernya. Istilahnya kerennya multi-tasking, mengerjakan beberapa hal sekaligus di satu komputer yg sama.

Pada komputer yg inti (core) prosesornya hanya satu (single core), hal ini memang masih bisa dikerjakan. Namum krn “otak”nya (core adalah otak dari prosesor) cuma 1 terpaksa bbrp tugas itu dikerjakan secara bergantian dan bergiliran. Untuk tugas² yg “ringan” seperti mendengarkan musik sambil mengetik surat, misalnya, prosesor single core masih mampu menanganinya tanpa si pengguna merasa “terganggu”. Tapi kalau tugas² itu cukup “berat” seperti converting file, main game 3D dsb, kadang terjadi lag atau program terhenti sejenak. Kalau mendengarkan musik, maka alunan suara akan terdengar putus². Itu tandanya prosesor sdh kewalahan menangani tugas yg ber-tumpuk².

Produsen prosesor merespons tuntutan para penggunanya dengan menciptakan prosesor yg memiliki lebih dari 1 core (multi core). Angka yg terdekat setelah 1 tentu saja 2. Maka lahirlah prosesor berinti 2 (dual core). Intel mulai dgn Pentium D (PD) dan AMD mulai dgn Athlon64 X2 (A64 X2). Meskipun sama² memiliki 2 cores, secara prinsip keduanya berbeda arsitektur. PD menempatkan kedua coresnya dlm 2 chip yg berbeda sedangkan A64 X2 kedua cores berada dlm 1 chip. Biar gampang kita umpamakan saja prosesor itu sebuah rumah. Lalu chip adalah kamar dan core adalah orang. Pada PD, dua orang itu menempati 2 kamar yg berbeda dlm 1 rumah itu. Otomatis krn kamarnya berbeda, untuk bisa saling komunikasi mereka harus memakai interkom atau telepon, misalnya.

Sedang A64 X2 menempatkan kedua orang itu dlm 1 kamar sehingga komunikasi diantara keduanya jauh lbh mudah. Jadi PD memiliki 2 chip dlm 1 prosesor, sedang A64 X2 hanya punya 1 chip. Istilah dual core jadi rancu ketika Intel mempromosikan PD sbg dual core, padahal pengertian sesungguhnya dari dual core adakah struktur yg dipakai di A64 X2

Sejatinya struktur PD lbh tepat disebut double core. Tapi okey lah, bagi kita orang awam tdk penting betul dual core atau double core. Kemudian Intel meluncurkan prosesor yg real dual core dgn nama dagang Core® 2 Duo (C2D). Mereka ingin nama dagang Core bisa menggantikan Pentium, tapi rupanya konsumen masih menempatkan nama Pentium dalam top-of-mind mereka. Sulit unt melupakan Pentium.

Akhirnya Intel meluncurkan juga Pentium Dual Core dgn serie E21xx. Nah, tambah membingungkan lagi kan, ada Pentium D yg diklaim dual core, ada C2D yg memang betul² dual core, lalu ada pula Pentium Dual Core E21xx. Yah, bahasa marketing memang kadang suka membuat bingung. Apalagi kalau marketingnya kelewat canggih kayak Intel. Tapi secara hirarkis berdasar kinerjanya (pada speed yg sama), untuk prosesor Intel berinti 2 (biar tdk bingung antara double core dan dual core) adalah sebagai berikut · C2D serie E8xxx · C2D serie E6xxx · C2D serie E4xxx · Pentium Dual Core E21xx · Pentium D Sekarang sudah ada prosesor dengan 4 cores. Intel punya Core 2 Quadro (C2Q) sedang AMD punya Phenom X4. Memang persaingan di antara keduanya tdk pernah habis (dan semoga jangan sampai habis) karena dgn adanya persaingan maka teknologi akan semakin cepat berkembang.

Konsekuensinya harus lbh sering ganti komputer, atau minimal upgrade, krn para pembuat perangkat lunak pun akan berlomba menggunakan teknologi perangkat keras yg telah tersedia di pasar. Siapkan dompet yg lebih tebal, terutama unt Anda yg selalu haus mencicipi teknologi terbaru AMD Triple-Core Amerika Serikat, 17 September 2007. Tiga core prosesor, mengapa tidak?

Sepertinya itulah yang ada di benak para ahli di AMD. Kemarin baru saja AMD memberikan berita resmi bahwa awal tahun 2008 mereka akan meluncurkan prosesor baru dengan triple-core. Prosesor baru ini dimasukkan ke keluarga prosesor quad-core AMD (Phenom) yang rencananya dirilis tahun depan.

Pada dasarnya prosesor triple-core ini menggunakan desain yang sama dengan quad-core, namun AMD “mematikan” satu core sehingga hanya tiga core yang berfungsi. Bob brewer, corporate vice president of marketing and strategy dari AMD menjelaskan bahwa sampai saat ini penjualan prosesor quad-core masih sedikit dan belum banyak software yang mendukung optimalisasi empat core. Akan tetapi, banyak aplikasi dan pengguna yang menginginkan “sedikit tenaga lebih” dibandingkan prosesor dual-core, di sinilah prosesor triple-core mereka akan mengisi pasar. Lebih lanjut Brewer mengaku bahwa kelahiran prosesor baru ini tidaklah direncanakan, namun efek dari proses produksi quad-core AMD yang baru. “Quad-core kami menggunakan desain yang berbeda dan lebih canggih (dari Intel), satu kesalahan kecil saja akan menghancurkan satu batch prosesor di proses produksi”. Prosesor dengan tiga core inilah yang kemudian muncul dari produksi quad-core AMD yang tidak berhasil lolos uji lab. Belum diperoleh data yang akurat tentang gambaran kinerja prosesor triple-core AMD. Akan tetapi jike memuaskan, tampaknya AMD bisa menambah ceruk pasarnya di dunia prosesor, terutama bila perusahaan asal California ini pintar mematok harganya.

Prosesor Quad-Core Opteron AMD memperkenalkan 4 prosesor Quad-Core AMD Opteron SE yang diklaim bakal membantu para manager TI dalam mengembangkan kemampuan datacenter mereka dalam rangka memenuhi kebutuhan komputasi di lingkungan perusahaan. Dibandingkan investasi untuk proprietary hardware yang sangat mahal, prosesor produk ini dijanjikan bakal mempermudah perusahaan mengembangkan datacenter mereka dengan lebih mudah dan terjangkau ke server yang menawarkan fungsionalitas kelas enterprise pada harga standar.

Penambahan inti menjadi 4 socket dan 8 socket pada server x86 ini memungkinkan pengguna mendapatkan keuntungan terbaik dalam performa dan efisiensi, yang sangat penting untuk menangani aplikasi-aplikasi database dan virtualisasi. Sistem Prosesor Quad-Core AMD Opteron SE akan tersedia dari perusahaan OEM Global dan penyedia solusi, termasuk Hewlett-Packard, Sun Microsystems, Dell dan IBM. Prosesor Quad Core AMD Opteron dengan model 2360 SE (2,5 GHz), 2358 SE (2,4 GHz), 8360 SE (2,5 GHz) dan 8358 SE (2,4 GHz) telah tersedia dan telah mencatatkan rekor benchmark untuk performa di industri.

Nah, Bagaimana?? Sekarang saatnya anda menentukan pilihan…Intel atau AMD??

Hmm..Apapun pilihan Anda, jangan lupa sisakan uang Anda untuk mentraktir teman-teman Anda atas komputer yang baru saja Anda beli…he..he..

Penilaian Tentang Situs di Universitas Gunadarma

Senin, 11 Juni 2012

  Pada kali ini saya ingin mengutarakan  pendapat saya tentang situs dari Universitas Gunadarma, Bermacam macam situs yang memang ditujukan untuk memberikan kemudahan bagi seluruh kegiatan opersaional dalam perkuliahan akan saya bahas disini, dan yang pertama akan saya bahas adalah mengenai situs Studentsite : http://studentsite.gunadarma.ac.id/login.php, BAAK : http://baak.gunadarma.ac.id, dan Staffsite dosen : http://staffsite.gunadarma.ac.id/. Studentsite merupakan sebuah situs mahasiswa Gunadarma untuk membantu mahasiswa dalam perkuliahan. Melalui situs ini mahasiswa dapat mengakses informasi-informasi yang ada di Universitas Gunadarma, seperti :
  1. Lecture Messages : yaitu mahasiswa dapat melihat tugas-tugas yang diberikan dosen untuk mahasiswanya.
  2. Rangkuman Nilai : yaitu mahasiswa dapat melihat nilai-nilai yang dia peroleh selama mengikuti  perkuliahan di Universitas Gunadarma.
  3. Jadwal Kuliah : yaitu mahasiswa dapat melihat jadwal kuliah yang akan diikuti.
  4. Jadwal Ujian : yaitu mahasiswa dapat melihat jadwal ujian yang akan diikuti.
  5. Info Seminar : yaitu mahasiswa dapat mengetahui informasi tentang seminar yang diadakan.
  6. Tulisan (UG Portofolio) : yaitu tulisan yang menyumbangkan buah-buah pikiran mahasiswa tentang opini, cerita, tips-tips yang membangun.
  7. Tugas (UG Portofolio) : yaitu layanan yang menyalurkan atau mendistribusikan tugas kepada dosen secara langsung.
  8. Warta Warga : yaitu layanan yang berfungsi sebagai media penyalur bagi mahasiswa yang ingin berbagi cerita, tips, dsb.

Pada situs tersebut mahasiswa juga dapat mendownload materi dari Staffsite dan yang paling mahasiswa tunggu-tunggu adalah pengumuman IP tiap semester di Studentsite. Namun mahasiswa mesti bersabar jika ingin melihat IP pada saat baru diumumkan karena server pasti penuh dan akses pun akan sangat lama. Bahkan tidak akan bisa masuk karena penuhnya yang mengakses Studentsite di hari yang sama. Kira-kira seminggu atau lebih setelah IP baru diumumkan kita baru bisa melihatnya. Lalu saat kenaikan tingkat dari 1 ke 2, kita harus menunggu lama di website BAAK karena kurang update terhadap info baru tentang perkuliahan. Satu lagi Staffsite seringkali mahasiswa disuruh mendownload materi untuk perkuliahan selama semester itu. Namun situs-situs tersebut mempunyai peranan penting pada perkuliahan mahasiswa Gunadarma, mau tidak mau kita harus menerima fasilitas yang ada. Semoga fasilitas di dalam situs-situs Gunadarma tersebut semakin baik dan cepat diupdate serta bisa langsung diakses setiap saat oleh mahasiswanya, karena saya ingin melihat kegiatan kampus dan jadwal perkuliahan saya. Pesan saya semoga Universitas Gunadarma terus memberikan inovasi-inovasi terbaru mengenai website yang dikelola untuk kepentingan standar operasional universitas.

Macam-Macam Tools Untuk Mengukur Website

Jumat, 08 Juni 2012


Page rank adalah tool yang digunakan oleh Google untuk menentukan rangking suatu website. Nilai page rank mulai dari 1 – 5. Page Rank mempunyai algoritma khusus untuk menentukan tinggi rendahnya Page Rank suatu website. Untuk mencari website yang menyedia fasilitas pengkuran Page Rank coba cari di Google dengan kata kunci page rank checker atau Anda bisa mengunjungi website di berikut ini :
2. Alexa
Tool ini akan menampilkan score website Anda di Alexa. Jika Anda memilih tampilan grafi, Anda bisa melihat grafik pengunjung Anda setiap bulannya.
3. SEOMOZ
Website ini akan mengukur Page Strength website Anda dengan menggunakan berbagai macam parameter, seperti Page Rank, Umur Domain, Score di Alexa, dll. Untuk memasang tool ini di website Anda lakukan test Page Strength.Setelah muncul hasilnya Anda akan diberi kode untuk di paste di website Anda.

Menurut Saya Dari tools SEOMOZ lebih baik dari tools lainya, karena di tools ini kita dapat menggunakan berbagai macam parameter dari tools2 sebelumnya untuk mengukur Page Strength di website kita. Dan cara menggunakanya sangat mudah, hanya dengan mem paste code link di website kita.

Tugas Sistem Berkas( Storage Device)

Senin, 07 Mei 2012

http://www.youtube.com/watch?v=Zk2ZbvxtKSg&feature=youtu.be

Sejarah perkembangan Portal Web Dunia

Selasa, 03 April 2012


Portal web adalah situs web yang menyediakan kemampuan tertentu yang dibuat sedemikian rupa mencoba menuruti selera para pengunjungnya. Kemampuan portal yang lebih spesifik adalah penyediaan kandungan informasi yang dapat diakses menggunakan beragam perangkat, misalnya komputer pribadi, komputer jinjing (notebook), PDA (Personal Digital Assistant), atau telepon genggam.Portal Web mulai populer di akhir 1990.
Setelah perkembangan perambah web (web browser) pada pertengahan 1990, banyak perusahaan mencoba membangun portal untuk mendapatkan perolehan pasar mereka melalui Internet. Portal web mendapat perhatian khusus karena bagi banyak pengguna, portal web merupakan halaman awal yang dibuka oleh perambah web mereka.
Netscape Netcenter telah menjadi bagian dari America Online, Walt Disney meluncurkan Go.com, dan Excite telah menjadi bagian dari AT&T di akhir 1990-an. Banyak portal yang mengawali keberadaan mereka baik sebagai penyedia direktori Internet maupun fasilitas mesin pencari (Excite, Lycos, AltaVista, infoseek, dan Hotbot adalah beberapa layanan tertua). Ekspansi cakupan layanan dilakukan sebagai strategi untuk mengamankan basis pengguna dan memperpanjang masa kunjungan pengguna pada suatu portal.
Layanan yang membutuhkan pendaftaran seperti email gratis, fitur tertentu, dan chatroom dianggap mampu mendorong kunjungan yang berulang pada suatu portal. Game, chat, email, berita, dan layanan lain juga bertujuan agar pengunjung tinggal lebih lama, di mana hal tersebut akan menambah penghasilan iklan. Sejalan dengan perkembangan dan kesuksesan Portal Web internasional seperti Yahoo!, portal daerah juga bermunculan. Beberapa portal daerah memiliki kandungan lokal seperti ramalan cuaca, peta jalan dan informasi bisnis lokal.