Sebelum memulai tulisan ini saya ingin bertanya
kepada Anda. Apabila Anda saya beri uang Rp. 6 juta dan Anda saya minta
uang itu Anda habiskan untuk membeli sebuah computer / laptop, maka
pertanyaannya adalah, apa yang akan Anda lakukan??
Sebelum Anda
menjawab, biarkan saya menebak terlebih dahulu. Anda pasti akan memilih
sebuah computer yang memiliki spek processor tertinggi yang ada saat
ini. Betul kan?
Pertanyaan kedua, ketika anda memilih sebuah
processor dengan spek tertinggi maka apa yang ada dipikiran Anda??
Sstt.. nggak perlu buru-buru menjawab, biar saya tebak dulu..pasti anda
akan memilih Intel Pentium Core i5 kan?? Hmm..saya sudah tahu!
Jika anda berpikir bahwa Intel adalah pilihan terbaik bagi anda,
silahkan..tetapi sebaiknya anda mengetahui terlebih dahulu alasannya,
kenapa anda memutuskan untuk memilih processor buatan perusahaan
tersebut. Kenapa Anda tidak berfikir untuk membeli produk perusahaan
lain, seperti AMD, misalnya.Bingung? Baik, akan saya bantu anda untuk
mengungkap alasannya.. Begini, Perkembangan teknologi prosesor memang
begitu pesatnya akhir-akhir ini. Dalam setahun bisa muncul beberapa
jenis prosesor yang baru. Hal ini dipicu oleh Pertama oleh tuntutan
pengembangan itu sendiri. Kedua oleh persaingan sengit antara 2 raksasa
produsen prosesor, Intel dan AMD.
Sebagai orang awam, tentu kita tidak paham masalah-masalah teknis, itu
adalah bagian orang IT. Tapi setidaknya kita harus tahu jenis prosesor
apa saja yang ada saat ini, sehingga saat kita akan membeli komputer
kita, sedikit banyak, tahu apa yang kita beli. Intel vs AMD ? Dari
beberapa produsen prosesor, hanya ada 2 nama yang menguasai pasar, Intel
dan AMD (Advance Micro Device).
Bagi sebagian besar orang awam, malah hanya tahu satu nama, yaitu Intel.
Bahkan ada yg hanya mengenal salah satu merk dagang dari Intel, yakni
Pentium. Memang Pentium adalah nama prosesor Intel yg paling melegenda.
Bagi orang yg agak “mengerti” tetek bengek komputer, mungkin sudah kenal
nama AMD. Tapi nama ini dipersepsikan sebagai prosesor yang murahan,
panas, jelek dan imitasi dari prosesor Intel. Persepsi ini tdk bisa
dipersalahkan 100%.
Awalnya AMD memang hanya membuat prosesor dgn “menjiplak” teknologi
Intel dan atas “restu” pihak Intel, tentu saja. Namun, karena satu dan
lain hal, terjadi persengketaan yg cukup sengit antara Intel dan AMD dan
pengadilan mengharuskan AMD mengembangkan sendiri teknologi pembuatan
prosesornya. Dari sejak itu, para engineer AMD terpaksa bekerja keras
siang dan malam. Kucuran keringat mereka itu tidak sia².
Setelah beberapa tahun “tirakat” di dalam laboratorium, mereka berhasil
membuat prosesor yang bisa mengimbangi, bahkan dlm suatu periode waktu
tertentu, mengungguli “guru”nya, dlm hal ini Intel, tentu saja.
Namun harus diakui bahwa dalam bidang pemasaran AMD masih tertinggal
jauh dari Intel, tetapi tidak dalam bidang teknologinya. Jadi persepsi
bahwa AMD itu murahan, jelek, panas, imitasi dan yg negatif² lainnya,
saat ini sudah tidak berlaku lagi. Kita punya pilihan yang sama² mumpuni
untuk prosesor, Intel atau AMD. Adu Balap Kecepatan Prosesor Dulu
kinerja prosesor dilihat dari kecepatannya, yang diukur dengan satuan
MHz (Mega Hertz) atau GHz (Giga Hertz).
Produsen prosesor terus berlomba menciptakan prosesor dgn kecepatan
tertinggi. Sejak jamannya Pentium 4 kecepatan prosesor sudah lebih dari
1.000 MHz sehingga mulai populer lah satuan GHz (1 GHz = 1.000 MHz)
dalam mengukur kecepatan prosesor. Perlombaan ini seakan tak ada
batasnya, 2 GHz terlampaui, 3 GHz terlampaui.
Sampailah pada suatu titik dimana mulai terjadi keterbatasan (limitasi)
dlm meningkatkan kecepatan prosesor. Limitasi yg paling sulit diatasi
adalah temperatur. Semakin cepat prosesor, semakin tinggi panas yang
dihasilkan, semakin diperlukan sistem pendinginan yg lbh canggih.
Limitasi lain adalah konsumsi daya, semakin cepat prosesor, semakin
banyak pula energi yang dibutuhkan untuk menjalankannya. Efisiensi lalu
menukik tajam.
Pada titik ini, para perancang prosesor mulai menciptakan ajang adu
balap yang baru, dlm hal ini adu kinerja dan efisiensi prosesor. Adu
Balap Kinerja Prosesor Pihak pertama yg menyadari bahwa adu cepat, pada
suatu titik, akan menjadi sebuah ke-sia²an adalah AMD. Mereka sadar akan
sulit bersaing dengan Intel kalau mereka berpacu di lintasan balap yg
sama. Mereka mengembangkan prosesor tdk lagi berbasis kecepatan tapi
berbasis kinerja. Yang jadi ukuran bukan lagi tingkat kecepatan (speed
rating) melainkan tingkat kinerja (perfromance rating).
Dengan cerdik AMD menamai prosesornya tidak dengan kecepatan (berapa
GHz) tapi dengan angka perfromance ratingnya. Dan tolok ukurnya juga
mereka sendiri yg menentukan. Jadi orang akan sulit memperbandingkan
apple to apple antara prosesor AMD dan Intel pada saat itu. Contohnya,
AMD mengeluarkan prosesor dgn kecepatan “hanya” 1.8 GHz, mereka memberi
nama Athlon64 3000+. Angka 3000 secara tersamar mengacu ke angka 3 GHz.
Mereka seakan hendak mengatakan bahwa Athlon64 3000+ (sekalipun
kecepatannya hanya 1.8 GHz) memiliki kinerja mengimbangi prosesor
(Intel) yg berkecepatan 3 GHz. Dan pada kenyataannya memang, lebih
kurang, demikian.
Dengan kecepatan yg relatif rendah itu, maka panas yg dihasilkan tdk
terlampau tinggi dan lbh hemat daya. Biaya produksinya pun bisa ditekan
lbh rendah. Toh pada akhirnya para pengguna komputer tdk peduli berapa
GHz kecepatan prosesornya, yang penting seberapa banyak output
kinerjanya. Sesuai tidak dgn uang yg sdh mereka bayarkan. Akhirnya , mau
tak mau, Intel juga menganut filosofi yg sama. Mereka menamai prosesor
dgn kode² huruf dan angka yg tidak mengacu lagi kepada kecepatan.
Pentium D 631 adalah salah satu contohnya.
Prosesor Berinti Banyak Ketika penggunaan komputer semakin meluas dan
beragam, dituntut pula prosesor yang bisa mengerjakan beberapa tugas
sekaligus. Sudah jamak sekarang ini orang mengetik laporan di komputer
sekaligus mendengarkan musik dan pada saat yang sama dia sedang merubah
(convert) file musiknya dari format CD ke format mp3 unt dipindah ke mp3
playernya. Istilahnya kerennya multi-tasking, mengerjakan beberapa hal
sekaligus di satu komputer yg sama.
Pada komputer yg inti (core) prosesornya hanya satu (single core), hal
ini memang masih bisa dikerjakan. Namum krn “otak”nya (core adalah otak
dari prosesor) cuma 1 terpaksa bbrp tugas itu dikerjakan secara
bergantian dan bergiliran. Untuk tugas² yg “ringan” seperti mendengarkan
musik sambil mengetik surat, misalnya, prosesor single core masih mampu
menanganinya tanpa si pengguna merasa “terganggu”. Tapi kalau tugas²
itu cukup “berat” seperti converting file, main game 3D dsb, kadang
terjadi lag atau program terhenti sejenak. Kalau mendengarkan musik,
maka alunan suara akan terdengar putus². Itu tandanya prosesor sdh
kewalahan menangani tugas yg ber-tumpuk².
Produsen prosesor merespons tuntutan para penggunanya dengan menciptakan
prosesor yg memiliki lebih dari 1 core (multi core). Angka yg terdekat
setelah 1 tentu saja 2. Maka lahirlah prosesor berinti 2 (dual core).
Intel mulai dgn Pentium D (PD) dan AMD mulai dgn Athlon64 X2 (A64 X2).
Meskipun sama² memiliki 2 cores, secara prinsip keduanya berbeda
arsitektur. PD menempatkan kedua coresnya dlm 2 chip yg berbeda
sedangkan A64 X2 kedua cores berada dlm 1 chip. Biar gampang kita
umpamakan saja prosesor itu sebuah rumah. Lalu chip adalah kamar dan
core adalah orang. Pada PD, dua orang itu menempati 2 kamar yg berbeda
dlm 1 rumah itu. Otomatis krn kamarnya berbeda, untuk bisa saling
komunikasi mereka harus memakai interkom atau telepon, misalnya.
Sedang A64 X2 menempatkan kedua orang itu dlm 1 kamar sehingga
komunikasi diantara keduanya jauh lbh mudah. Jadi PD memiliki 2 chip dlm
1 prosesor, sedang A64 X2 hanya punya 1 chip. Istilah dual core jadi
rancu ketika Intel mempromosikan PD sbg dual core, padahal pengertian
sesungguhnya dari dual core adakah struktur yg dipakai di A64 X2
Sejatinya struktur PD lbh tepat disebut double core. Tapi okey lah, bagi
kita orang awam tdk penting betul dual core atau double core. Kemudian
Intel meluncurkan prosesor yg real dual core dgn nama dagang Core® 2 Duo
(C2D). Mereka ingin nama dagang Core bisa menggantikan Pentium, tapi
rupanya konsumen masih menempatkan nama Pentium dalam top-of-mind
mereka. Sulit unt melupakan Pentium.
Akhirnya Intel meluncurkan juga Pentium Dual Core dgn serie E21xx. Nah,
tambah membingungkan lagi kan, ada Pentium D yg diklaim dual core, ada
C2D yg memang betul² dual core, lalu ada pula Pentium Dual Core E21xx.
Yah, bahasa marketing memang kadang suka membuat bingung. Apalagi kalau
marketingnya kelewat canggih kayak Intel. Tapi secara hirarkis berdasar
kinerjanya (pada speed yg sama), untuk prosesor Intel berinti 2 (biar
tdk bingung antara double core dan dual core) adalah sebagai berikut ·
C2D serie E8xxx · C2D serie E6xxx · C2D serie E4xxx · Pentium Dual Core
E21xx · Pentium D Sekarang sudah ada prosesor dengan 4 cores. Intel
punya Core 2 Quadro (C2Q) sedang AMD punya Phenom X4. Memang persaingan
di antara keduanya tdk pernah habis (dan semoga jangan sampai habis)
karena dgn adanya persaingan maka teknologi akan semakin cepat
berkembang.
Konsekuensinya harus lbh sering ganti komputer, atau minimal upgrade,
krn para pembuat perangkat lunak pun akan berlomba menggunakan teknologi
perangkat keras yg telah tersedia di pasar. Siapkan dompet yg lebih
tebal, terutama unt Anda yg selalu haus mencicipi teknologi terbaru AMD
Triple-Core Amerika Serikat, 17 September 2007. Tiga core prosesor,
mengapa tidak?
Sepertinya itulah yang ada di benak para ahli di AMD. Kemarin baru saja
AMD memberikan berita resmi bahwa awal tahun 2008 mereka akan
meluncurkan prosesor baru dengan triple-core. Prosesor baru ini
dimasukkan ke keluarga prosesor quad-core AMD (Phenom) yang rencananya
dirilis tahun depan.
Pada dasarnya prosesor triple-core ini menggunakan desain yang sama
dengan quad-core, namun AMD “mematikan” satu core sehingga hanya tiga
core yang berfungsi. Bob brewer, corporate vice president of marketing
and strategy dari AMD menjelaskan bahwa sampai saat ini penjualan
prosesor quad-core masih sedikit dan belum banyak software yang
mendukung optimalisasi empat core. Akan tetapi, banyak aplikasi dan
pengguna yang menginginkan “sedikit tenaga lebih” dibandingkan prosesor
dual-core, di sinilah prosesor triple-core mereka akan mengisi pasar.
Lebih lanjut Brewer mengaku bahwa kelahiran prosesor baru ini tidaklah
direncanakan, namun efek dari proses produksi quad-core AMD yang baru.
“Quad-core kami menggunakan desain yang berbeda dan lebih canggih (dari
Intel), satu kesalahan kecil saja akan menghancurkan satu batch prosesor
di proses produksi”. Prosesor dengan tiga core inilah yang kemudian
muncul dari produksi quad-core AMD yang tidak berhasil lolos uji lab.
Belum diperoleh data yang akurat tentang gambaran kinerja prosesor
triple-core AMD. Akan tetapi jike memuaskan, tampaknya AMD bisa menambah
ceruk pasarnya di dunia prosesor, terutama bila perusahaan asal
California ini pintar mematok harganya.
Prosesor Quad-Core Opteron AMD memperkenalkan 4 prosesor Quad-Core AMD
Opteron SE yang diklaim bakal membantu para manager TI dalam
mengembangkan kemampuan datacenter mereka dalam rangka memenuhi
kebutuhan komputasi di lingkungan perusahaan. Dibandingkan investasi
untuk proprietary hardware yang sangat mahal, prosesor produk ini
dijanjikan bakal mempermudah perusahaan mengembangkan datacenter mereka
dengan lebih mudah dan terjangkau ke server yang menawarkan
fungsionalitas kelas enterprise pada harga standar.
Penambahan inti menjadi 4 socket dan 8 socket pada server x86 ini
memungkinkan pengguna mendapatkan keuntungan terbaik dalam performa dan
efisiensi, yang sangat penting untuk menangani aplikasi-aplikasi
database dan virtualisasi. Sistem Prosesor Quad-Core AMD Opteron SE akan
tersedia dari perusahaan OEM Global dan penyedia solusi, termasuk
Hewlett-Packard, Sun Microsystems, Dell dan IBM. Prosesor Quad Core AMD
Opteron dengan model 2360 SE (2,5 GHz), 2358 SE (2,4 GHz), 8360 SE (2,5
GHz) dan 8358 SE (2,4 GHz) telah tersedia dan telah mencatatkan rekor
benchmark untuk performa di industri.
Nah, Bagaimana?? Sekarang saatnya anda menentukan pilihan…Intel atau AMD??
Hmm..Apapun pilihan Anda, jangan lupa sisakan uang Anda untuk mentraktir
teman-teman Anda atas komputer yang baru saja Anda beli…he..he..